PNS atau Karyawan Bukan Tujuan Akhir

Friday, August 4, 2017

Selamat malam teman teman, jumpa lagi dengan kami, kali ini kita akan membahas tentang dunia kerja. Sebagai anak yang terlahir dari kampung, tidak heran jika orang tua hanya focus untuk mendidik anaknya agar kiranya nanti bisa menjadi seorang PNS yang akan membanggakan keluarga. Pertanyaannya adalah apakah pekerjaan di dunia ini hanya terbatas pada Pegawai Negeri Sipil saja?


Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sebentar lagi akan menuju dunia kerja, jujur itu adalah sebuah kondisi dimana kita sebagai intelektual yang akan sarjana jelas berfikir apalagi sama seperti penulis yang lahir dari desa. Apakah harus mengikuti keinginan orang tua untuk menjadi seorang PNS atau memutar haluan untuk mencari sesuatu yang baru? 

Pertanyaanya adalah hal apa yang bisa dilakukan selain menjadi PNS ataupun menjadi seorang karyawan swasta yang “diperbudak” oleh atasan? Menjadi seorang PNS ataupun karyawan perusahaan Swasta itu bukanlah sebuah kesalahan. Tetapi kalian jangan focus pada pekerjaan seperti itu. Pada artikel sebelumnya banyak membahas tentang peluang bisnis yang dapat kalian lakukan salah satunya pada youtube. Nah mungkin sebagian besar dari kalian menganggap bahwa youtube hanyalah sebagai media hiburan semata yang banyak menghabiskan uang untuk membeli kuota, tetapi jangan salah, banyak orang dimuka bumi ini yang mejadi jutawan hanya karena youtube.

Jika kalian adalah seorang sarjana ataupun masih sementara kuliah, terutama pada adik-adik yang baru merencanakan untuk kuliah, ada baiknya jika kalian mencari tahu skill yang kalian punya. Apapun itu hobby atau semacamnya. Kenapa? Karena itulah yang akan menunjang kalian untuk mencapai kesejahteraan yang kalian dambakan. Maka dari itu kami menyarankan kalian untuk melihat lebih jauh skill yang kalian punya dan apa hobby yang paling kalian senangi sebelum memilih perguruan tinggi. Seperti halnya penulis yang sangat menyukai dunia IT, memiliki hoby berselancar di dunia maya. Dan akhirnya memilih kampus IT yang terbaik di Yogyakarta yaitu Universitas Amikom Yogyakarta


Berawal dari hoby, akhirnya skill penulis ketahui bahwa penulis sangat menyukai dunia pemrograman computer, rekayasa perangkat lunak dan lain sebagainya. Berkat skill yang penulis miliki. Bukan sombong tapi ini adalah fakta yang ada. Karena memiliki skill di rekayasa perangkat lunak, tidak jararang penulis memperoleh proyek baik itu dari luar, maupun lokal dimulai dari skala kecil hingga yang besar. Itu semua berawal dari sebuah hoby yang dapat menghasilkan uang. Bekerja disebuah perusahaan atau PNS itu memang tidak salah tetapi menurut penulis skill kalian akan mentok pada kerjaan itu dan menjadi tidak kreatif untuk mencoba pekerjaan yang lain yang lebih menjanjikan. 
Nama masih STMIK sekarang sudah berganti menjadi Universitas AMIKOM
Beruntung penulis memilih Universitas Amikom Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan yang awalnya D3 di salah satu perguruan tinggi di Sulawesi salatan Makassar dan kemudian dilanjutkan pada jenjang Strata 1 di Universitas Amikom Yogyakarta. “Kampusnya orang berdasi” inilah yang menjadi slogan Universitas Amikom Yogyakarta dimana mahasiswa kampus ini diwajibkan untuk memakai dasi sebelum mengikuti perkuliahan di kelas, kenapa demikian? Menurut bapak Prof. Dr. M. Suyanto mahasiswa harus diajarkan untuk berpakaian rapi mengingat para mahasiswa setelah menyelesaikan studi akan terbiasa menggunakan dasi pada perusahaan yang ia pimpin. Sungguh sangat visioner cita cita Universitas Amikom Yogyakarta ini

Dari sinilah penulis mengetahui banyak hal yang baru yang harus saya bagikan kepada teman teman sekalian. Dikampus ini Universitas Amikom Yogyakarta mengajarkan banyak hal, bukan hanya belajar koding,desain dal lain sebagainya tetapi kampus ini mengajarkan tentang menjadi seorang erterprenuer tanpa harus menjadi PNS ataupun karyawan swasta. Dimulai dari bisnis yang bersifat digital seperti ecommerce, cara menjadi pemipin dan banyak lagi. Kesimpulannya adalah bagaimana caranya agar mahasiswa dilatih dari sejak dini untuk mandiri tanpa meminta uang jajan kepada orang tua. 

Berkat itu wawasan kami menjadi terbuka dan merubah pola fikir kami yang sebelumnya berfikir bagai mana cara untuk memperoleh pekerjaan kini dibalik menjadi “gimana cara untuk membuat lapangan pekerjaan” sekilas tidak jauh beda tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Ketika para lulusan Universitas Amikom Yogyakarta dapat membuat sebuah perusahan maka secara tidak langsung dapat membantu mengurangi pengangguran yang banyak bertebaran di Negara kita ini. Dengan ini maka perekonomian Indonesia dapat ditingkatkan melalui tangan tangan kreatif mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta. Dari bebrapa materi seminar Lingkungan Bisnis penulis juga menemukan sebuah pencarahan yang tidak diperoleh pada tempat lain tentang dunia kerja ataupun metode untuk bisa survive menjalani kerasnya dunia. Di kampus yang dulunya hanya sekolah tinggi (sudah menjadi universitas) tersebut terdapat beberapa program studi (lihat gambar)


Sekilas penulis lupa tentang keinginan orang tua untuk melihat anaknya menjadi seorang PNS, kini penulis berfikir bahwa dengan membuka lapangan pekerjaan sendiri maka akan lebih banyak keuntungan yang dapat diperoleh, salah satunya adalah waktu bersama keluarga lebih banyak dibandingkan PNS ataupun karyawan swasta yang menghabiskan masa hidupnya untuk bekerja dan mengabdi pada perusahaan. Pada akhirnya penulis yang statusnya adalah mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta memutuskan untuk membangun sebuah perusahaan software sendiri (software house) dan ingin melatih para pemuda-pemudi didesanya agar dapat bekerjasama untuk mencapai kesejahteraan bersama. 

Tentu saja ini bukan hal yang tidak mudah tetapi melalu seminar Lingkunga Bisnis yang pernah dilalui di Universitas Amikom Yogyakarta, penulis yakin dapat melakukan melakukan itu sehingga dapat membantu pertumbuhan ekonomi pada desa kami secara tidak langsung. Jadi kesimpulannya adalah kalian harus lebih jeli melihat peluang yang ada, dengan skill yang kalian miliki jangan eprnah takut untuk berkarya, menjadi PNS atau Karyawan Swasta bukanlah tujuan akhir. Industri kreatif dapat kalian bangun sesuai dengan keahlian masing masing. 

Akhir kata saya ucapkan terimakasih kepada pembaca yang telah bersedia untuk membaca tulisan singkat tentang dunia kerja yang sebenarnya. Terimakasih kepada Universitas Amikom Yogyakarta yang telah mengajarkan banyak hal tentang dunia IT dan bisnis yang sangat menginspirasi kebangkitan bangsa






Friday, August 04, 2017

0 comments:

Post a Comment