Sejarah Singkat Tahu Pong (makanan kecil atau camilan khas semarang)

Tuesday, August 16, 2016

Pengaruh kebudayaan Cina sangat kuat terasa di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Keberadaan etnis Cina di Kota Semarang sangat erat kaitannya dengan sejarah koa ini. Pada masa lalu, Semarang merupakan kota bandar/pelabuhan yang ramai. Pelabuhan Tanjung Emas merupakan pelabuhan terbesar ketiga di Pulau Jawa setelah Tanjung Priok (Jakarta) dan Tanjung Perak (Surabaya). Banyak bangsa asing yang singgah ke Semarang untuk melakukan perdagangan. Salah satu bangsa asing yang singgah ke Semarang ialah bangsa Cina

Bangsa Cina yang pertama kali datang ke Semarang bernama Sam Poo Tay Djin yang juga dikenal sebagai Laksamana Cheng Ho pada sekitar tahun 1368. Dia berasal dari wilayah Yunan di daratan Cina dan merupakan utusan perdagangan dari Kerajaan Ming. Bersama Rombongannya, Laksamana Cheng Ho menetap di wilayah Simonangan, Semarang Barat (Saat ini dikenal sebagai Gedung Batu). Sejak saat itu, kawasan Gedung Batu dan sekitarnya merupakan konsentrasi permukiman etnis Tionghoa di Semarang. Kebudayaan para keturunan etnis Tionghoa ini memiliki andil besar dalam proses akulturasi dan asimilasi dengan kebudayaan setempat.



Bentuk akulturasi tertuang dengan jelas dalam keanekaragaman kuliner. Sejarah mencatat, tahu pong diperkenalkan oleh keturunan etnis Cina yang sudah lama menetap di Semarang. Secara harfiah, Tahu Pong memiliki arti “tahu kopong” atau tahu kosong. Secara tekstur, tahu tidak dibuat padat seperti tahu pada umumnya, sehingga Tahu Pong memiliki rongga pada bagian tengah. Maka dari itu, tahu ini diberi nama Tahu Pong. Tahu Pong termasuk makanan kecil atau camilan yang dapat dinikmati kapanpun. Sebagai teman makan Tahu Pong, biasanya tahu ini dihidangkan bersama cabe rawit dan sambal kecap/sambal petis. Para pedagang Tahu Pong di Semarang juga membuat variasi makanan lain dengan bahan dasar tahu pong seperti tahu pong kopyok telur dan tahu pong gimbal telur.

Sumber :
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2003. Ensiklopedi Makanan Tradisional (di Pulau Jawa dan Pulau Madura). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta

  • http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/2362/sepotong-sejarah-tahu-pong



Tuesday, August 16, 2016

0 comments:

Post a Comment