7 Penyebab Penyakit Diare Pada Bayi dan Anak

Tuesday, August 23, 2016

Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan penyakit diare. Bila bayi maupun anak anda terkena diare, bisa saja disebabkan oleh adanya parasit, infeksi bakteri,virus, antibiotik, atau makanan. Oleh karena itu, untuk menjaga anak anda agar terhindar dari penyakit diare, silahkan lihat beberapa penyebab diare dibawah ini.


Berikut ini 7 Penyebab Penyakit Diare Pada Bayi dan Anak  yang wajib di ketahui oleh orang tua :

  • Infeksi virus.
Menurut WHO, Virus yang paling banyak menimbulkan diare adalah rotavirus. Hampir sebagian besar anak berusia hingga 5 tahun sudah pernah terinfeksi rotavirus. Infeksi rotavirus dapat disertai gejala lain yaitu anak kehilangan nafsu makan, dan tanda-tanda dehidrasi. Rotavirus menyebabkan 15-25% diare pada bayi dan anak antara usia 6 sampai 24 bulan. Beberapa tanda - tanda dan gejala infeksi virus:
  • Memburuknya diare atau diare berdarah;

  • Muntah terus menerus selama lebih dari tiga jam;

  • Demam lebih dari 39 derajat C;

  • Kelelahan, rasa tidak nyaman atau nyeri;

  • Infeksi Bakteri
Anak Anda kemungkinan mengalami diare akibat infeksi bakteri jika diare yang dialaminya sangat hebat, diikuti dengan kejang, terdapat darah di tinjanya, serta demam. Beberapa bakteri seperti Shigella,  Vibrio cholera, Salmonella (non thypoid), Campylobacter jejuni maupun Escherichia coli bisa saja merupakan penyebab diare pada buah hati anda.
  • Infeksi Akibat Parasit
Infeksi akibat parasit juga dapat menyebabkan diare. Misalnya penyakit giardiasis. Penyakit ini disebabkan parasit mikroskopik yang hidup dalam usus. Gejala giardiasis diantaranya adalah banyak gas, tinja yang sangat banyak dan berbau busuk, perut kembung, serta diare.
  • Pengunaan Antibiotik
Pengunaan Antibiotik bisa saja membunuh bakteri baik dalam usus selama pengobatan. Jika anak atau bayi anda mengalami diare selama pemakaian antibiotik, mungkin hal ini berhubungan dengan pengobatan yang sedang dijalaninya. Konsultasikan pada dokter mengenai hal ini. Namun, jangan hentikan pengobatan pada anak Anda sampai dokter memberikan persetujuan.
  • Makanan dan Minuman Manis
Terlalu banyak mengkonsumsi minuman yang terlalu manis seperti Jus (terutama jus buah yang mengandung sorbitol dan kandungan fruksosa yang tinggi) atau terlalu banyak minuman manis dapat membuat perut bayi “kaget” dan menyebabkan diare.
  • Alergi Makanan
Alergi makanan merupakan reaksi sistem imun tubuh terhadap makanan yang di konsumsi. Hal tersebut biasa terjadi pada bayi yang mulai mengenal makanan pendamping ASI. Protein susu merupakan alergen atau penyebab alergi yang paling umum dijumpai pada bayi. Selain protein yang terdapat di dalam susu, alergen yang umum dan banyak ditemukan adalah telur, kedelai, gandum, kacang, ikan, dan kerang-kerangan. Konsultasikan pada dokter jika Anda mencurigai anak Anda memiliki alergi makanan. Alergi makanan dapat menyebabkan berbagai reaksi salah satunya adalah diare dalam waktu singkat maupun setelah beberapa jam.
  • Intoleransi Makanan
Intoleransi makanan tidak dipengaruhi oleh sistem imun berbeda dengan alergi makanan. Contoh intoleransi makanan adalah intoleransi laktosa. Suatu enzim yang dibutuhkan untuk mencerna Laktosa (yaitu gula dalam susu sapi dan produk susu lainnya). Bayi yang mengalami intoleransi laktosa, mengakibatkan bayi tersebut tidak cukup memproduksi laktase. Gejala seperti diare, perut kembung, dan banyak gas bisa terjadi bila Iaktosa tidak terurai. Gejala biasanya muncul sekitar satu atau dua jam setelah mengkonsumsi produk susu.
Sumber : http://infokedokteran.com



Tuesday, August 23, 2016

0 comments:

Post a Comment