Cinta Tidak Datang Dari Hati Tapi Dari Otak

Friday, April 17, 2015

Banyak orang percaya bahwa cinta datang dari hati.Tetapi pernyataan tersebut di bantah oleh sejumlah penelitian yang menyimpulkan bahwa cinta datang dari otak, meskipun masih berhubungan dengan hati.

Bahkan proses seseorang jatuh cinta dapat dijelaskan lewat reaksi otak dan proses biologis pada manusia. Berikut penjelasan reaksi otak dan proses bilogis pada tubuh masusia yang sedang jatuh cinta.

1. Hipotalamus bereaksi
Saat kita mulai tertarik kepada seseorang, hipotalamus (struktur primer otak yang bertugas memastikan kestabilan psikologis) akan melepaskan dopamin ke dalam tubuh. Ini menyebabkan perasaan gembira layaknya orang yang memakai narkoba.

2. Kadar serotonin menurun
Karena kadar dopamin meningkat, kadar serotonin menurun. Serotonin bertanggung jawab atas suasana hati dan selera makan manusia.
Kadar serotonin yang rendah serupa dengan seseorang yang mengalami gangguan obsesif kompulsif. Ini yang menimbulkan perasaan obsesi dan tergila-gila pada seseorang.

3. Memicu NGF
Selama dopamin meningkat, tubuh menghasilkan zat yang disebut faktor pertumbuhan saraf (nerve Growth Factor, NGF).
NGF lebih umum terdapat pada orang yang baru jatuh cinta. Orang yang tidak jatuh cinta memiliki kadar NGF lebih sedikit dari orang yang sedang jatuh cinta. Secara langsung, kadar NGF dalam tubuh berhubungan dengan intensitas perasaan romantis.

4. Oksitosin dan vasopressin bekerja
Perasaan sangat terikat dan setia kepada pasangan muncul karena dikendalikan hormon oksitosin dan vasopressin.
Hormon oksitosin dan vasopressin dihasilkan di dalam bagian hipotalamus otak manusia. Kedua hormon ini disimpan di dalam kelenjar pituitari untuk kemudian dikeluarkan ke tubuh.



Friday, April 17, 2015

0 comments:

Post a Comment